Menentukan Arah Kiblat di Malam Hari (Bagian II)

Melanjutkan tulisan yang sebelumnya, mengenai cara menentukan arah kiblat di malam hari khususnya dengan proyeksi benda langit yakni bulan. Pada tulisan kali ini kita akan membahas bagaimana sih cara menentukan arah kiblat di malam hari dengan proyeksi benda-benda langit yang lain –selain bulan-.

   Di langit malam cerah jika kita sempat menengadahkan kepala kita ke atas, akan kita jumpai hamparan taburan kerlip bintang yang melekat di dinding langit. Bervariasi warna dan ukuran, ada yang terang adapula yang redup karena saking kecilnya. Dan tentunya kesemua benda-benda tersebut –jika kita memakai acuan bola langit- akan memiliki tata koordinat masing-masing, sehingga setiap benda langit dapat di tentukan posisinya.

    Alternatif lain selain bulan yang dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat di malam hari diantaranya adalah Mars, dan juga planet maupun benda langit yang lain. Untuk datanya kita bisa mengambil dari almanak nautika. Mungkin almanac nautica bagi sebagian golongan masih terasa asing dibanding dengan kerabatnya yaitu tabel ephemeris, karena memang almanac nautica biasanya digunakan oleh TNI angkatan laut demi kepentingan kelautan. Namun kita tidak bisa mengandalkan tabel ephemeris, karena dalam tabel ephemeris hanya tersedia data bulan dan matahari saja. Sedangkan dalam almanak nautika selain tersedia data matahari dan bulan juga tersedia data-data dari planet ataupun benda langit lainya.

Penampakan Almanac Nautica th 2014
Sekedar informasi saja. Almanac Nautica adalah data astronomi yang dikeluarkan oleh badan antariksa Amerika Serikat setiap tahun sekali. Di dalamnya memuat tentang daftar Declinasi, Equation of Time, Waktu terbit dan tenggelamnya matahari dan bulan, serta data-data lain yang berhubungan dengan benda langit. 

Langkah-langkah:
  • Menghitung Sudut waktu suatu benda langit (t).
Rumusnya:
t = GHA + BT
Ket:
GHA     = Greenwicht Hour Angle
BT        = Bujur Tempat
  • Mencari Deklinasi dengan cara Interpolasi
Rumus Interpolasi adalah: A – (A – B) × C
Ket:
A          = Data Pertama
B          = Data Kedua
C          = Kelebihan dari waktunya.
  • Menghitung tinggi benda langit
Rumusnya:
Sin h = sin f × sin d + cos f × cos d × cos t
Ket:
h          = Tinggi sebuah benda langit
 f         = Lintang tempat
d          = deklinasi
t           = Sudut waktu

3.    Menghitung Azimut
Rumusnya:
Cotan Az = tan  d × cos f ÷ sin t – sin f ÷ tan t
Ket:
Az        = Azimut suatu benda langit

Setelah diketahui Azimutnya tinggal mengikuti langkah-langkah sebagaimana dalam tulisan sebelumnya Menentukan Arah Kiblat Di Malam Hari (Bagian I).

Post a Comment for "Menentukan Arah Kiblat di Malam Hari (Bagian II) "