Perjuangan Menuju Bangku Sekolah
Ternyata tidak hanya di desa
terpencil ataupun di desa terpelosok akses menuju bangku sekolah harus
terlebih dahulu melewati rintangan berat. Jarak yang amat jauh, lewat tegalan
sawah, harus lewat jembatan kali yang memprihatinkan, kiranya itulah gambaran kita tentang
bagaimana perjuangan putra-putri bangsa kita di desa untuk sampai pada sekolah
mereka. Menimba ilmu untuk masa depan.
Secara langsung pemerintahlah yang bertanggung
jawab mengatasi masalah ini. Properti penunjang pembelajaran siswa di sekolah
juga merupakan PR yang harus pemerintah selesaikan. Jangan sampai dalam bumi
pertiwi ini ada pengkastaan
sekolah-sekolah. Pada umumnya, sekolah di kota lebih berkualitas dari segi
tenaga pengajar, dan lengkap dari segi sarana penunjang pembelajaran. Nasib lain
terjadi di sekolah-sekolah di pedesaan, terlebih sekolah-sekolah di perbatasan.
Alih-alih mendapat tenaga pengajar profesional, dalam hal perlengkapan sekolah
saja masih banyak kekurangan disana-sini.
Lain desa lain kota, lain pula
rintangan yang dihadapi. Sebuah foto tak sengaja sempat saya ambil di jalan Raya Pantura, Jerakah Semarang pada Rabu
(22/10/14) . Dalam foto tersebut terlihat seorang siswi Sekolah Dasar (SD)
sedang menyeberang jalan raya, berjibaku menantang maut diantara
bongkahan-bongkahan raksasa robot mesin yang bergerak. Bahkan tubuhnya hampir seukuran tinggi roda truk yang ada di depanya. Fenomena itu membuat saya
miris, terlepas ia membutuhkanya atau tidak, ingin sekali saya sekedar turun
angkot kemudian membantunya untuk menyeberang, namun kondisi saya yang berada
di dalam angkot tidak memungkinkan saya untuk melakukanya.
![]() |
| Sidqon's photo |

Post a Comment for "Perjuangan Menuju Bangku Sekolah"
Post a Comment